Rabu, 08 April 2020

Menuntut Ilmu, Jalan Kemuliaan Dunia Akhirat


Assalamualaikumi  wr.wb 

   Selamat Pagi Semangat Pagi Bersyukur pagi dan malam hingga esok harinya dan selalu kita ucapkan syukur alhamdulillah dan jangan lupa selalu beristigfar kepada Allah swt , semangat membaca dan menulis tak henti-hentinya dilakukan oleh saya atau para pembaca saat ini, hingga kita dapat ilmu yang bermanfaat karena segala sesuatunya ilmu adalah ajaran utama islam untuk bisa mendapatkan pengetahuan yang seimbang anatara dunia maupun akhirat. pada zaman ini menuntut ilmu tidaklah kita berhenti agar kita mendapat petunjuk hidup. dan ketika ia mengamalkannya dan menyampaikannya kepada orang lain, ia telah menjadikan orang lain paham terhadap sesuatu urasan. 
   Bagi saya ataupun yang membaca blog saya saat ini Siapa yang tidak ingin mendamba Kebahagiaan dunia akhirat? mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat adalah impian setiap kita semua. tidak ada di antara kita yang ingin hidupnya sengsara di dunia, terlebih di akhirat kelak.Maka mensinergikan keduanya agar berjalan beriringan, diantara jalan utama mencapai harapan tersebut dengan adalah Menuntut Ilmu. 
   Dan saya mempunyai buku kajian yang sangat bagus untuk dibaca dan saya akan menyimpulkan dari buku tersebut yang saya ambil dari : Abdillah F.Hasan , 2011( Berguru Kepada Sang Nabi saw, Jalan Hidup Bahagia Dunia - Akhirat)


Mencari Ilmu 



 “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.”

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa'illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-'ilma darajāt, wallāhu bimā ta'malụna khabīr. 

Terjemah Arti: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

    Dalam hidup, manusi dibekali karunia yang membedakannya dengan binatang, yaitu akal. dengan akalnya, manusia sesungguhnya memiliki derajat mulia, bahkan lebih tinggi dari malaikat. hal ini pernah disimbolkan oleh Allah ketika Adam diciptakn di muka bumi, para malaikat diperintah sujud kepadnya. Dan ketika diperintah untuk menyebut nama-nama benda yang telah ditentukan. Adam mampu melakukannya, namun tidak demikian dengan malaikat. 

   Allah berfirman dalam Qs. al - Baqarah : 33 : 


قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ أَنۢبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ ۖ فَلَمَّآ أَنۢبَأَهُم بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّىٓ أَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

Arab-Latin: Qāla yā ādamu ambi`hum bi`asmā`ihim, fa lammā amba`ahum bi`asmā`ihim qāla a lam aqul lakum innī a'lamu gaibas-samāwāti wal-arḍi wa a'lamu mā tubdụna wa mā kuntum taktumụn

Terjemah Arti: Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"

   Untuk memberdayakan akalnya dengan sempurna, manusia harus menuntut ilmu, yang dengan ilmu tersebut dapat menjadi petunjuk dalam mengurangi kehidupannya. Bahkan dengan ilmu pula manusia memiliki perbedaan esensial dengan makhluk-makhluk lainnya. Sebab itu ketika Nabi saw melakukan kontemplasi (khalawat) di Gua Hira dan mendapatkan wahyu, yang turun pertama kali adalah Surat al - Alaq' ayat 1 sampai ayat 5. Ayat pertama berbunyi.  iqra, yang artinya ' bacalah ' . Mengapa bukan 'Menangislah' atau 'merengeklah'? 

   Sebab dengan membaca, ,manusia akan terbekali potensinya, tidak bodoh dan menjadi manusia maju yang berperadaban. Faktanya, orang-orang yang suskes biasanya bermula dari kebiasaannya membaca sebagai sarana untuk mencari ilmu pengetahuan. Bila berkaca dari negara-negara maju, Jepang atau Cina misalnya, membaca merupakan kegiatan yang telah membudaya. 
   Semangat menuntut ilmu yang berdimensi umum maupun agama perlu digalakkan untuk mendapat pengetahuan yang seimbang antara kehidupan dunia maupun akhirat. Selain masalah ilmu pegetahuan teknologi dan semacamnya, pengetahuan tentang ilmu al - Quran maupun hadits Nabi juga penting sebagai sarana untuk mengais amal kebajikan. sebagian ulama salaf berkata, "Sebaik-baik anugerah adalah akal, dan seburuk-buruk musibah adalah kebodohan." Karena Nabi saw memerintahkan kepada umatnya untuk mencari ilmu wajib atas tiap muslim ( baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)

   Dari buku tersebut disini saya mengartikan Sungguh, tak bisa mengajarkan ilmu jika tidak menuntut ilmu terlebih dahulu. Ilmu yang bermanfaat karena ada tambahan ilmu yang didapat. Sedang ilmu didapat harus dengan kesungguhan berlipat-lipat.

“Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali dari 3 hal: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang berdoa untuk orang tuanya.” (HR Muslim)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar